Cara Kerja
Bio septic tank bekerja melalui proses multi-tahap yang memanfaatkan aktivitas biologis mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam limbah. Proses umumnya meliputi:
- Sedimentasi/Pemisahan Awal: Limbah cair dan padat masuk ke ruang pertama, di mana padatan berat mengendap di dasar tangki, sementara cairan mengalir ke kompartemen berikutnya.
- Penguraian Biologis: Cairan limbah mengalir melalui media biologis (seperti bioball atau media sarang lebah (honeycomb)) di mana bakteri anaerobik dan/atau aerobik tumbuh dan menguraikan zat organik secara alami.
- Filtrasi & Disinfeksi: Air yang telah diolah kemudian melewati sistem penyaringan akhir untuk menyaring partikel halus yang tersisa. Beberapa sistem juga menambahkan proses disinfeksi (seperti klorin) untuk memastikan air yang keluar aman dari bakteri berbahaya sebelum dibuang ke saluran air atau tanah resapan.
- Pembuangan Efluen: Air hasil olahan yang sudah bersih dan tidak berbau (memenuhi standar baku mutu air limbah domestik) dapat langsung dialirkan ke selokan atau digunakan kembali untuk irigasi non-konsumsi, tanpa mencemari lingkungan.
Keunggulan
- Ramah Lingkungan: Mencegah pencemaran air tanah karena limbah diolah dengan maksimal dan tangki tidak mudah bocor.
- Minim Perawatan: Proses penguraian yang efisien menghasilkan endapan lumpur yang jauh lebih sedikit, sehingga tidak perlu sering disedot (interval pengurasan bisa bertahun-tahun).
- Bebas Bau: Sistem kedap udara dan proses biologis yang efektif menghilangkan bau tidak sedap yang sering muncul pada septic tank konvensional.
- Tahan Lama: Umumnya terbuat dari bahan berkualitas tinggi seperti fiberglass (FRP) atau polietilena (PE) yang anti karat, anti retak, dan tahan terhadap tekanan tanah, menjadikannya awet hingga puluhan tahun.
- Instalasi Praktis: Desainnya yang kompak dan ringan memudahkan pemasangan, bahkan di lahan terbatas, tanpa memerlukan sumur resapan tambahan atau struktur beton yang besar.

